Live
News

Langkah Taktis Pemerintah Jambi: Penguatan Sekat Bakar dan Pendinginan Atasi Kebakaran Hutan

R

Redaksi

News2 bulan yang laluTerkonfirmasi
Langkah Taktis Pemerintah Jambi: Penguatan Sekat Bakar dan Pendinginan Atasi Kebakaran Hutan

Singkatnya

BPBD Provinsi Jambi memperkuat penanganan karhutla lewat satgas darat dengan sekat bakar dan pendinginan intensif di lahan gambut untuk antisipasi api.

JAMBI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui optimalisasi satgas darat dengan pembuatan sekat bakar dan pendinginan intensif di lahan gambut, serta pengerahan helikopter water bombing dan penambahan personel untuk mengantisipasi perluasan api menjelang puncak musim kemarau September 2026.

Pada Kamis (3/9), sebanyak 20 personel dari sejumlah instansi ditambahkan untuk mendukung pemadaman dan pendinginan di wilayah terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan penambahan personel diperlukan untuk memperkuat pendinginan di area yang telah dipadamkan, sementara sekat bakar dibuat menggunakan ekskavator. “Sekarang ada 5.984 orang tim darat dan kita arahkan untuk menambah sekitar 20 orang. Hari ini, 3 September, baru diterbitkan surat keputusannya. Alat berat yang sebelumnya mendapat dukungan dari BNPB juga kita manfaatkan untuk penanganan di lapangan. Penambahan personel berasal dari Basarnas, Brimob, dan Batalyon Infanteri 142,” jelas Bachyuni.

Tim darat juga akan membuat kanal air sebagai sumber untuk pemadaman dan pendinginan. Data BNPB mencatat total lahan terbakar di Jambi hingga Kamis (3/9) mencapai 1.879,31 hektare, dengan estimasi area terbakar hari itu seluas 47,5 hektare. Dari jumlah tersebut, 37 hektare telah dipadamkan dan 11,5 hektare masih ditangani melalui operasi darat, water bombing, serta gabungan.

Bachyuni menjelaskan bahwa kondisi lahan gambut menyulitkan sekat bakar di area yang tidak terjangkau alat berat, sehingga luasan terbakar masih berpotensi bertambah. “Kalau hari ini ada perkembangan dari Satgas Udara, mungkin ada pelebaran sedikit saja area terbakarnya. Karena kondisinya memang gambut, semalam sudah kita lakukan upaya membuat sekat. Namun, ada daerah yang tidak bisa kita sekat karena alat berat tidak bisa masuk,” terang Bachyuni. Pemantauan mencatat 182 titik hot spot, terdiri dari 34 titik kepercayaan tinggi dan 148 titik kepercayaan rendah. Dari 47,5 hektare area terbakar, terdapat 20 fire spot, tiga di antaranya titik lama yang masih dipadamkan. Sebanyak 31 hektare dari 37 hektare yang dipadamkan ditangani satgas darat dan enam hektare melalui water bombing. Di Desa Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Pos 27 berhasil memadamkan tiga hektare dan mengintensifkan pendinginan.

Pemerintah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 26 Agustus hingga 2 September 2026 dengan delapan sortie dan total waktu terbang 15 jam 32 menit menggunakan 8.000 kilogram natrium klorida. BMKG memperkirakan hingga 10 September 2026 belum ada pertumbuhan awan, sehingga patroli dan pemantauan cuaca dioptimalkan.

Dalam rapat koordinasi Rabu (2/9), Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan dukungan berupa uang semangat bagi personel TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat. Dukungan ini diharapkan memperkuat kinerja 5.984 personel satgas darat. Ketua Tim Pos 27 Ahmadi menyampaikan rasa syukur atas perhatian tersebut, yang menjadi motivasi tambahan meski tugas tetap dijalankan dengan keikhlasan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar