Merokok dan Minum Alkohol Bisa Mempercepat Penuaan Otak, Ini Penjelasannya

Singkatnya
Merokok dan konsumsi alkohol dapat memengaruhi pembuluh darah serta struktur otak. Kenali risikonya dan cara menjaga kesehatan otak.
Jakarta - Dampak merokok dan konsumsi alkohol terhadap paru-paru serta hati sudah banyak diketahui. Namun, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan otak, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang.
Perubahan pada otak tidak selalu langsung terlihat. Gangguan seperti mudah lupa, perubahan suasana hati, atau kesulitan berpikir dapat muncul setelah proses yang berlangsung cukup lama.
Seperti dilansir laman Hindustan Times, ahli neurologi dari Fortis Hospital, Dr Anmol Singh Rai, menjelaskan bahwa merokok dan konsumsi alkohol dapat memengaruhi otak melalui mekanisme yang berbeda. Ketika kedua kebiasaan tersebut dilakukan bersamaan, risiko terhadap kesehatan pembuluh darah dan fungsi otak juga menjadi perhatian.
Bagaimana Merokok Memengaruhi Otak?
Rokok dapat memengaruhi pembuluh darah yang membawa darah dan oksigen ke otak. Nikotin menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah dapat berkurang.
Dalam jangka panjang, berbagai zat kimia dalam asap rokok juga dapat merusak dinding pembuluh darah. Pembuluh darah dapat menjadi lebih kaku dan mengalami penyempitan.
Karbon monoksida dari asap rokok turut mengurangi kemampuan darah membawa oksigen. Kondisi tersebut membuat jaringan tubuh, termasuk otak, mendapatkan lebih sedikit oksigen.
Kerusakan pembuluh darah merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan gangguan kesehatan otak. Sejumlah penelitian juga menghubungkan kebiasaan merokok dengan peningkatan risiko demensia.
Alkohol Juga Dapat Memengaruhi Struktur Otak
Berbeda dari mekanisme utama merokok yang banyak berkaitan dengan pembuluh darah, alkohol dapat memberikan pengaruh langsung terhadap jaringan otak.
Otak memiliki gray matter atau materi abu-abu yang berperan dalam berbagai fungsi penting, serta white matter atau materi putih yang membantu menghubungkan berbagai bagian otak.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nature Communications pada 2022 menganalisis hasil pemindaian otak lebih dari 36.000 orang dewasa. Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara konsumsi alkohol dengan perubahan volume materi abu-abu dan materi putih, dengan perubahan yang lebih besar pada konsumsi alkohol yang lebih tinggi.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara konsumsi alkohol dan perubahan struktur otak tidak hanya menjadi perhatian pada tingkat konsumsi yang sangat tinggi.
Bagaimana Jika Merokok dan Minum Alkohol Dilakukan Bersamaan?
Kedua kebiasaan tersebut dapat memengaruhi sistem kardiovaskular melalui mekanisme yang berbeda.
Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan berkontribusi terhadap peradangan serta kerusakan pembuluh darah. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Jika faktor-faktor tersebut terjadi bersamaan dalam jangka panjang, kesehatan pembuluh darah otak dapat semakin terpengaruh. Gangguan pada pembuluh darah kecil otak merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan demensia vaskular.
Karena itu, menjaga kesehatan pembuluh darah menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
Apakah Berhenti Merokok Bisa Membantu?
Berhenti merokok merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi berbagai risiko kesehatan yang berkaitan dengan rokok.
Ketika seseorang berhenti merokok, tubuh mulai mengalami proses pemulihan dari paparan zat berbahaya dalam rokok. Berbagai manfaat berhenti merokok dapat muncul seiring waktu, termasuk terhadap sistem kardiovaskular.
Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol juga dapat membantu mengurangi paparan terhadap otak. Besarnya manfaat dan proses pemulihan dapat berbeda pada setiap orang, tergantung antara lain pada jumlah serta lamanya konsumsi.
Bagi seseorang yang sudah mengalami ketergantungan alkohol atau rokok, proses berhenti sebaiknya dilakukan dengan dukungan profesional agar lebih aman dan terarah.
Gaya Hidup Sehat untuk Menjaga Otak
Selain mengurangi rokok dan alkohol, aktivitas fisik rutin juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan otak.
Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik lain yang sesuai kemampuan dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan jantung. Kesehatan pembuluh darah sendiri memiliki kaitan erat dengan kesehatan otak.
Pola makan seimbang juga penting. Sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sumber makanan bergizi lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Tidur yang cukup dan pengelolaan stres juga sebaiknya tidak diabaikan. Menjaga kesehatan secara menyeluruh dapat membantu mengurangi berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan penurunan fungsi tubuh dan otak.
Jangan Menunggu Gejala Muncul
Salah satu tantangan dalam menjaga kesehatan otak adalah beberapa perubahan dapat berlangsung secara perlahan dan tidak langsung menimbulkan gejala.
Karena itu, mengurangi faktor risiko sejak dini menjadi langkah yang penting. Berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, aktif bergerak, menjaga pola makan, serta memantau tekanan darah dan kesehatan secara berkala dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Jika mengalami gangguan daya ingat, perubahan perilaku, kesulitan berkonsentrasi, atau keluhan neurologis lainnya yang menetap, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.