Live
Lifestyle

Menopause Bisa Memengaruhi Kesehatan Jantung, Ini Risiko yang Perlu Diketahui Perempuan

R

Redaksi

Lifestylebulan laluTerkonfirmasi
Ilustrasi Menopause. (Unsplash)
Ilustrasi Menopause. (Unsplash)

Singkatnya

Menopause dapat membawa perubahan pada kolesterol, tekanan darah, dan lemak tubuh. Kenali kaitannya dengan kesehatan jantung dan cara menjaganya.

Jakarta - Menopause bukan hanya tentang perubahan hormon dan munculnya berbagai gejala seperti hot flashes atau gangguan tidur. Masa transisi ini juga dapat membawa perubahan pada tubuh yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Pada usia lebih muda, perempuan cenderung memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Namun, risiko tersebut dapat meningkat setelah menopause. Salah satu faktor yang berperan adalah perubahan kadar hormon estrogen.

Seperti dilansir laman Hindustan Times, menurut ahli jantung intervensi Dr Anupam Goel dari Max Hospital, Saket, menopause berkaitan dengan sejumlah perubahan metabolisme dan pembuluh darah yang perlu diperhatikan perempuan.

Apa yang Terjadi pada Jantung Saat Menopause?

Salah satu perubahan yang dapat terjadi selama menopause adalah perubahan profil kolesterol. Kadar LDL atau kolesterol yang sering disebut sebagai kolesterol "jahat" dapat meningkat dan mengalami perubahan karakteristik.

LDL yang berukuran lebih kecil dan padat lebih mudah berkontribusi terhadap terbentuknya plak pada pembuluh darah. Kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke.

Perubahan pada pembuluh darah juga dapat terjadi. Arteri dapat menjadi lebih kaku sehingga tekanan darah berpotensi meningkat. Padahal, tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penting untuk penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, perubahan hormonal selama menopause dapat disertai perubahan distribusi lemak tubuh.

Lemak Visceral Perlu Diwaspadai

Setelah menopause, sebagian perempuan mengalami peningkatan lemak visceral, yaitu lemak yang berada di sekitar organ-organ dalam perut.

Lemak visceral bukan sekadar persoalan penampilan. Jaringan lemak ini memiliki aktivitas metabolik dan dapat berkaitan dengan proses peradangan serta berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Perubahan kolesterol, tekanan darah, distribusi lemak tubuh, dan proses peradangan tersebut dapat terjadi bersamaan sehingga kesehatan jantung perlu mendapatkan perhatian lebih selama masa menopause.

Menopause Menjadi Momentum untuk Menjaga Kesehatan

Menopause merupakan proses alami dalam kehidupan perempuan. Karena itu, perubahan yang menyertainya tidak selalu berarti seseorang akan mengalami penyakit jantung.

Justru, masa ini dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali kebiasaan sehari-hari dan mulai lebih serius menjaga kesehatan jantung.

Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik menjadi salah satu kebiasaan penting selama masa menopause. Olahraga tidak harus selalu dilakukan di pusat kebugaran.

Berjalan kaki, berenang, aerobik, menari, bersepeda, atau mengikuti kelas olahraga bisa menjadi pilihan selama sesuai dengan kondisi dan kemampuan tubuh.

Sumber yang dikutip dalam artikel menyarankan aktivitas fisik sekitar empat hingga lima hari per minggu dengan durasi sekitar 40–45 menit. Namun, kebutuhan dan kemampuan setiap orang dapat berbeda sehingga intensitas latihan sebaiknya disesuaikan secara bertahap.

Perhatikan Pola Makan

Menjaga pola makan juga penting untuk mendukung kesehatan jantung selama dan setelah menopause. Pilih makanan yang beragam dan bergizi, serta perhatikan asupan makanan tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan garam.

Mengonsumsi sayuran, buah, sumber protein, biji-bijian, dan makanan bergizi lainnya dapat membantu membangun pola makan yang lebih seimbang.

Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan, kebutuhan makanan sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi.

Jangan Abaikan Pemeriksaan Kesehatan

Perempuan yang memasuki masa menopause juga dapat memanfaatkan periode ini untuk lebih rutin memantau faktor risiko kardiovaskular.

Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, berat badan, serta faktor risiko lain dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Terlebih jika terdapat riwayat penyakit jantung dalam keluarga atau faktor risiko lainnya, konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan pemeriksaan dan langkah pencegahan yang sesuai.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar