Live
Viral

Jepang Ajukan Kastel Hikone Jadi Warisan Dunia 2028

R

Redaksi

Viral2 bulan yang laluTerkonfirmasi
Jepang Ajukan Kastel Hikone Jadi Warisan Dunia 2028

Singkatnya

Jepang menyiapkan Kastel Hikone di Prefektur Shiga untuk nominasi Warisan Dunia UNESCO 2028 karena nilai sejarah dan kondisinya yang terpelihara.

Tokyo, Folkhub – Jepang semakin memperluas daftar warisan budayanya yang diusulkan masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Kali ini, pemerintah Negeri Sakura memilih Kastel Hikone di Prefektur Shiga sebagai kandidat untuk diajukan dalam nominasi UNESCO World Heritage List 2028.

Keputusan tersebut diambil Dewan Urusan Kebudayaan Jepang pada awal September 2026. Kastel Hikone yang berstatus sebagai harta nasional Jepang dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, terutama karena kondisinya yang relatif terpelihara serta kemampuannya menggambarkan sistem pemerintahan para daimyo pada masa feodal Jepang. Pemerintah Jepang berencana menyerahkan dokumen nominasi Kastel Hikone kepada UNESCO, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, paling lambat 1 Februari 2027. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, nominasi tersebut akan menjalani penilaian sebelum Komite Warisan Dunia UNESCO mengambil keputusan pada musim panas 2028.

Kastel Hikone berdiri di dekat Danau Biwa, Prefektur Shiga, Jepang bagian barat. Kastel tersebut dibangun oleh klan Ii pada abad ke-17 atas perintah shogun Tokugawa Ieyasu. Keberadaannya menjadi salah satu peninggalan penting yang menggambarkan perkembangan pemerintahan feodal Jepang pada periode Edo, yang berlangsung dari 1603 hingga 1868. Dewan Urusan Kebudayaan Jepang menilai Kastel Hikone memiliki keunikan yang membedakannya dari peninggalan kastel lainnya. Struktur bangunan dan kawasan kastel masih memperlihatkan berbagai elemen pertahanan, sekaligus area tempat tinggal penguasa. Kondisi tersebut dianggap memberikan gambaran konkret mengenai tata kelola pemerintahan para daimyo pada masa itu.

Dalam sistem politik periode Edo, daimyo merupakan penguasa feodal yang memiliki kewenangan atas wilayah tertentu. Mereka menjalankan pemerintahan dengan melibatkan para pengikut dan pejabat senior. Karena itu, keberadaan Kastel Hikone dinilai bukan hanya penting dari sisi arsitektur, tetapi juga sebagai bukti fisik mengenai sistem politik dan sosial yang pernah berkembang di Jepang. Pemerintah Jepang menyebut kastel tersebut sebagai bukti nyata dari sistem pemerintahan daimyo yang memiliki karakteristik tersendiri dan sulit ditemukan padanannya di luar Jepang. Selain itu, berbagai langkah konservasi yang dilakukan selama bertahun-tahun membuat kondisi Kastel Hikone relatif terjaga.

Meski demikian, perjalanan Kastel Hikone menuju nominasi UNESCO bukanlah hal baru. Kastel tersebut sebenarnya telah masuk dalam daftar sementara atau tentative list untuk nominasi Warisan Dunia sejak 1992. Namun, proses pengajuannya sempat berjalan lambat setelah Kastel Himeji di Prefektur Hyogo lebih dahulu ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1993. Kondisi tersebut membuat Jepang menghadapi tantangan dalam menjelaskan keunikan Kastel Hikone. Kemiripan sebagai kastel bersejarah membuat pemerintah daerah Shiga dan Kota Hikone perlu mencari pendekatan baru agar nilai universal Kastel Hikone dapat dibedakan secara jelas dari Kastel Himeji.

Upaya tersebut kemudian dilakukan melalui penyusunan kembali konsep nominasi. Pada Mei 2026, pemerintah Prefektur Shiga bersama Kota Hikone menyerahkan rancangan nominasi yang telah direvisi kepada Badan Urusan Kebudayaan Jepang. Dalam dokumen terbaru tersebut, pemerintah daerah menambahkan penjelasan mengenai nilai sejarah, karakteristik khas, serta aspek-aspek yang dianggap membuat Kastel Hikone memiliki nilai universal yang berbeda. Revisi itu menjadi salah satu langkah penting untuk kembali menghidupkan proses nominasi yang sebelumnya sempat terhenti.

Selain nilai arsitekturnya, Kastel Hikone juga memiliki kisah panjang mengenai upaya pelestarian. Kastel tersebut bahkan berhasil lolos dari ancaman pembongkaran setelah Restorasi Meiji pada akhir abad ke-19. Pada masa tersebut, banyak bangunan yang berkaitan dengan sistem feodal Jepang menghadapi perubahan besar. Namun, Kastel Hikone mendapat kesempatan untuk tetap dipertahankan setelah Kaisar Meiji mengunjungi Hikone pada 1878. Dalam kunjungan tersebut, ia memerintahkan agar kastel tersebut dilestarikan. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan Kastel Hikone bertahan hingga sekarang. Bangunan dan elemen kawasan kastel yang masih terjaga kemudian menjadi bagian dari alasan mengapa situs tersebut dinilai layak kembali diajukan sebagai kandidat Warisan Dunia.

Jika proses nominasi berlangsung lancar, dokumen resmi yang diajukan Jepang akan ditinjau melalui mekanisme UNESCO. Komite Warisan Dunia selanjutnya akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk nilai universal luar biasa, kondisi pelestarian, serta kemampuan pengelolaan situs sebelum menentukan apakah Kastel Hikone layak dicatat sebagai Situs Warisan Dunia pada 2028. Pengajuan ini sekaligus menjadi upaya Jepang untuk memperkenalkan warisan sejarah yang tidak hanya berkaitan dengan keindahan bangunan, tetapi juga dengan perkembangan sistem politik dan kehidupan masyarakat pada masa Edo. Dengan statusnya sebagai salah satu kastel yang paling terpelihara di Jepang, Kastel Hikone kini kembali mendapatkan perhatian internasional. Jika berhasil masuk daftar UNESCO pada 2028, kastel yang berdiri di tepian Danau Biwa tersebut akan memperoleh pengakuan global sekaligus memperkuat posisi Shiga sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah dan kebudayaan Jepang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar